Tuesday, 10 October 2017

7 Langkah Cerdas Meningkatkan Kompetensi Managerial Kepala Sekolah Dasar


Abstrak

Kompetensi manajerial kepala sekolah yang baik akan dapat meningkatkan prestasi sekolah. Tulisan ini bertujuan untuk memberi solusi alternatif dalam meningkatkan kompetensi kepala sekolah dasar. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara. Subyek dalam tulisan ini adalah kepala sekolah dasar dari beberapa sekolah dasar pada saat kegiatan Kelas Inspirasi yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Hasil diskusi wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan kepala sekolah dalam hal kompetensi managerial sekolah, sudah terlaksana dengan baik. (2) Kompetensi managerial lain seperti, kewirausahaan dan supervisi masih belum menunjukkan indikasi yang signifikan dan perlu ditingkatkan. (3) Hambatan yang dialami seorang kepala sekolah dalam hal kompetensi managerial umumnya bersifat tidak begitu rumit karena hambatan yang terjadi biasanya langsung diselesaikan bersama-sama para pendidik. (4) Hambatan lain bagi kepala sekolah adalah yang menyangkut dengan kebijakan atasan, kepala sekolah menyatakan peraturan pemerintah belum berjalan maksimal, kebijakan pemerintah yang dirasa sukar diaplikasikan di lapangan. Untuk lebih memaksimalkan kompetensi managerial kepala sekolah,tujuh langkah cerdas yang dapat diterapkan : (1) Memasuki ruang kelas lagi. (2) Mengevaluasi visi dan misi. (3) Memperbaiki kritik dan saran. (4) Menjadi seseorang yang berpendidikan tinggi. (5) Memberikan sebuah contoh. (6) Meningkatkan profesionalisme. (7) Membuat suatu karya.


PENDAHULUAN

Pendidikan bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan yang sangat mendasar bagi umat manusia disamping kebutuhan yang lainnya seperti sandang, pangan, papan dan kesehatan. Pendidikan yang diselenggarakan dengan baik yang dimulai sejak dini akan dapat menentukan corak pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan untuk kualitas pendidikan sendiri ditentukan oleh beberapa faktor, seperti kepala sekolah, guru, murid, kurikulum, sarana prasarana dan perangkat lainnya termasuk didalamnya operasional managemen pendidikan yang baik dan berkualitas.

Sementara itu, managemen merupakan segenap perbuatan yang menggerakkan sekelompok orang dan menggerakkan fasilitas dalam suatu kegiatan untuk pencapaian tujuan tertentu melalui suatu kerjasama dengan pihak lain. Kualitas managemen ditandai dengan adanya kejelasan dalam pelaksanaan fungi-fungsi managemen, diantaranya dalam hal perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controling). Apabila fungsi-fungsi itu berjalan dengan baik dan optimal, maka penyelenggaraan managemen dapat berjalan dengan lancar. Agar fungsi-fungsi managemen dalam dunia pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efisien maka yang memiliki peran strategis adalah kepala sekolah.

Menurut PERMENDIKNAS RI No 13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/ madrasah, bahwa kepala sekolah harus memiliki lima standart kompetensi yaitu: kepribadian, managerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial.

Maju atau tidaknya sebuah sekolah salah satunya sangat ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya sekolah secara optimal dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program kegiatan sekolah sesuai dengan prosedur yang tepat.

Menurut hasil pengamatan sementara selama saya mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi di beberapa sekolah dasar di Kota Tegal, Brebes, Solo dan Boyolali menunjukkan bahwa, dari kelima kompetensi managerial kepala sekolah diatas, kompetensi yang dianggap sudah baik hanya kompetensi kepribadian dan sosial. Sedangkan tiga kompetensi lainnya yaitu managerial, kewirausahaan dan supervisi masih belum menunjukkan indikasi yang signifikan dan perlu ditingkatkan. Jadi oleh karena itu penulis akan memberikan sedikit masukan bagaimana langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas sekolah tentunya yang berkaitan dengan komprensi managerial kepala sekolah.


PEMBAHASAN

Menurut pemahaman pada umumnya, seorang kepala sekolah atau pemimpin sekolah merupakan seseorang yang mempunyai posisi yang tinggi dalam sebuah organisasi pendidikan (sekolah). Kepala sekolah dalam hal ini mengarahkan dan mempergunakan berbagai sumber daya yang ada di sekolah serta menentukan dan mempunyai kewenangan dalam menentukan keberhasilan proses belajar di Sekolah.

Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah harus mempunyai kinerja kepemimpinan yang baik, menurut Wibowo (2009: 42) yang dimaksud dengan kinerja adalah kegiatan pengelolaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan dari kinerja adalah menyesuaikan harapan kinerja individual dengan tujuan organisasi, kesesuaian antara upaya pencapaian tujuan individu dengan tujuan organisasi akan mampu mewujudkan kinerja yang baik.

Dari hasil wawancara dengan beberapa kepala sekolah selama saya mengikuti program Kelas Inspirasi, dalam menempatkan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar pada tiap kelas dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara mengadakan rapat diakhir tahun pengajaran, hal itu dilakukan agar ketika awal tahun pengajaran guru kelas bidang studi sudah jelas dan guru sudah siap menjalankan tugas-tugasnya. Kepala sekolah harus menilai guru berdasarkan kemampuan dan kreativitas, karena pada tingkat sekolah dasar terutama pada kelas kecil (kelas 1, 2 dan 3) pada umumnya kepala sekolah masih menempatkan guru senior yang sudah lama mengajar, dan pada kelas besar (kelas 4, 5 dan 6) diberikan kepada guru yunior yang tingkatan kreativitasnya bisa dibilang lebih tinggi, karena biasanya murid dari kelas besar sering diikut lombakan dalam berbagai bidang studi dengan sekolah yang lain.

Untuk supervisi dan pembinaan dilakukan oleh kepala sekolah secara berkesinambungan, sehingga yang menjadi kendala guru dapat diselesaikan serta dipecahkan bersama. Pembinaan dan peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan menyesuaikan program-program pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman.

Pendekatan yang sudah dilakukan oleh kepala sekolah pada umumnya menurut pengamatan saya dalam waktu yang sangat terbatas sejauh ini berhasil, karena hal ini terlihat dari disiplin guru yang sudah baik, motivasi guru lebih meningkat, mutu sekolah lebih bagus, administrasi kelas dan administrasi guru yang sudah terlaksana dengan baik, sehingga kepala sekolah bisa dikatakan berhasil melakukan pendekatan untuk meningkatkan kemampuan managerialnya pada sekolah masing-masing.

Untuk lebih memaksimalkan lagi berkaitan dengan kompetensi managerial kepala sekolah, di bawah ini ada 7 langkah cerdas yang bisa diterapkan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi managerialnya :

1. Masuki Ruang Kelas Lagi
Masuk ruang kelas dirasa begitu mudah, tetapi diperlukan perjuangan yang terus menerus dan berkesinambungan. Mulai dengan melakukan pengamatan formal, dilakukan setiap tahun dan berkomitmen untuk menyelesaikan visi misi yang sudah disepakati bersama. Mengamati masing-masing guru minimal tiga kali dalam setahun tanpa memperdulikan pengalaman dan senioritas, memberi sedikit catatan-catatan evaluasi dan perbaikan-perbaikan yang spesifik jika mendapati ada yang tidak sesuai dengan visi misi yang sudah disepakati. 

2. Mengevaluasi Visi dan Misi
Hal ini bisa dimulai dengan membangun visi dan misi bersama untuk semua guru dan karyawan. Jika guru masih mengacu pada regulasi pengajaran yang masih bersifat konvensional yang dengan mengumpulkan rencana kegiatan pengajaran, minta rekan-rekan guru untuk menunjukkan apa yang akan dilakukan dua minggu ke depan, kemudian beri penilaian mana yang bisa dilaksanakan dan mana yang tidak bisa dilaksanakan. Dan kemudian tinjau kembali penilaian untuk dua minggu ke depan.

3. Memperbaiki Kritik dan Saran
Memberikan setidaknya satu kritik dan saran untuk perbaikan dengan tidak memperdulikan seberapa bagus kinerjanya dirasa cukup penting, karena tidak ada proses belajar mengajar yang sempurna. Kritik dan saran untuk perbaikan diusahakan harus selalu berisi contoh dan strategi praktis yang jelas dan terarah yang bisa segera diimplementasikan oleh seorang guru. Pemberian kritik dan saran yang tepat waktu juga penting adanya.

4. Menjadi Seorang Yang Berpendidikan Tinggi
Menjadi seorang yang berpendidikan tinggi, sarjana misalnya tidak hanya membantu Anda sebagai pemimpin untuk memperbaiki praktik profesional, namun juga menempatkan Anda pada posisi yang memiliki kecakapan yang lebih baik bila dibanding dengan para pengajar di sekolah Anda. Hal ini bisa membantu menambah tingkat kredibilitas baru Anda.

5. Memberikan Sebuah Contoh Yang Kongkrit
Jangan meminta pengajar Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda lakukan sendiri. Berikan contoh hal-hal yang sudah Anda lakukan dan buat evaluasi bersama. Dengan begitu para guru akan lebih bisa memahami apa yang akan dilakukannya.

6. Meningkatkan Profesionalisme
Mengikuti setidaknya satu lokakarya dalam setahun sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan fokus pada masalah utama sekolah dirasa ada pentingnya. Hal lain yang bisa dilakukan dengan mencoba membaca satu buku tentang edukasi dan satu buku lagi yang berhubungan dengan bidang yang berbeda seperti buku tentang kepemimpinan, buku tentang sosial, dan buku tentang kewirausahaan atau bisnis. Banyak pelajaran dan ide-ide hebat yang dapat dipetik begitu berada di luar dunia pendidikan. Di era yang serba digital ini, media sosial juga banyak menyediakan ide, gagasan, dan strategi yang bisa dimanfaatkan.

7. Membuat Suatu Karya
Membuat suatu karya yang bisa diimplementasikan oleh semua pihak, tidak hanya terpaku pada pendidik di sekolah tetapi juga pendidik lain yang berhubungan secara tidak langsung akan sangat baik. Menuangkan ide kedalam suatu karya dapat menjadi suatu refleksi akan kemajuan seorang kepala sekolah dalam hal yang berkaitan dengan pengajaran, pembelajaran dan kepemimpinan. Hasil karya tersebut bisa menjadi suatu katalisator yang baik bagi para pendidik dan pendidik yang lain untuk mengevaluasi kinerja mereka sendiri untuk tumbuh secara professional dan bisa menjadi bahan diskusi.

Kita semua tahu bahwa setiap pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang pasti memiliki kendala dan hambatan. Hambatan yang dialami seorang kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi managerial pada umumnya bersifat tidak begitu rumit karena hambatan yang terjadi biasanya langsung diselesaikan bersama para pendidik. Saya melihat di lapangan apabila kepala sekolah ada masalah maka langsung mengambil tindakan atas masalah dan hambatan tersebut dan biasanya guru senior ikut membantu memecahkan masalah tersebut

Hambatan lain bagi kepala sekolah adalah yang menyangkut dengan kebijakan atasannya, kepala sekolah menyatakan peraturan pemerintah belum bisa berjalan maksimal, kebijakan pemerintah yang dirasa sukar diaplikasikan di lapangan. Sebagai contoh tidak berjalannya peraturan pemerintah secara maksimal tergantung pada banyak faktor, salah satunya ketika kepala sekolah memberikan izin melanjutkan pendidikan kepada guru, maka biasanya guru mengalami kesulitan dalam mengurus izin kedinasan. Padahal sebagai seorang pendidik guru perlu terus menambah ilmu, sehingga ilmu yang diberikan kepada murid-muridnya adalah ilmu yang terbaru dan terus mengikuti perkembangan zaman


KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan kepala sekolah dalam kompetensi managerial sudah terlaksana dan tersusun dengan baik, hanya saja diperlukan inovasi yang lebih banyak. Evaluasi kegiatan sudah berjalan dengan baik dan perlu ditingkatkan lagi. Program rencana sekolah melalui rapat awal semester pertama, masing-masing guru menyusun program dan diajukan/ diusulkan pada kepala sekolah dengan musyawarah serta mengambil kata sepakat sudah sesuai dengan alurnya. Kepala sekolah juga menyusun program kegiatan pembelajaran di sekolah, melaksanakan supervisi, diskusi dan rapat dengan guru, sehingga kinerja guru meningkat.


DAFTAR PUSTAKA

PERMENDIKNAS RI No. 13 Tahun 2007. Tentang Standar Kompetensi Kepala
Sekolah/Madrasah. Depdiknas, Jakarta.
Wibowo. Manajemen kinerja, Jakarta : Raja Grafindo Persada.2009 hal. 42.



Reaksi:

2 comments:

  1. Mas..lengkap kaya tugas kuliah ini :)

    ReplyDelete
  2. Brownies and movie, is the best combination. This is such an innovative idea. Other cinemas should do this as well. Great job. Thank you for sharing.

    ReplyDelete

Thanks for your positive comment..