Thursday, 31 August 2017

BNI FINANCIAL PLANNER Cara Cerdas Untuk JAMILAHku

Ilustrasi Gambar By Google

Financial Planner atau biasa kita sebut Perencanaan Keuangan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perencanaan investasi dan pengelolaan keuangan kita. Sebab bagaimana kita bisa berinvestasi jika semua gaji yang didapat, semua dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, sebelum kita melakukan dan memilih investasi untuk masa depan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana kita mengelola keuangan dengan baik dan benar.

Sekarang-sekarang ini saya sedang memasuki proses pembelajar untuk mengelola keuangan sebaik dan seefisien mungkin. Ya… Anda semua tahu sendiri, bagaimana kebutuhan di era sekarang semua serba mahal dan kalau kita tidak pandai dalam mengelola keuangan pasti akan segera colaps.


Ilustrasi Gambar By Google
Mungkin, sebagian besar orang pada umumnya jika mendapatkan gaji atau pendapatan harus dihabiskan. Hanya cara bagaimana untuk menghabiskannya dan menghabiskannya itu haruslah tepat dan sesuai sasaran. Jika tidak tepat dan sesuai sasaran, jangankan bisa berinvestasi, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja mungkin sulit dan membuat kita harus terpaksa berutang. Nanti pada akhirnya akan menjadi gaya hidup yang gali lubang tutup lubang..

Secara pribadi, cara untuk menghabiskan pendapatan yang menurut saya baik saya usulkan melalui konsep JAMILAH. Konsep ini terbersit begitu saja karena saya mengalami sendiri bagaimana susahnya jika kita tidak ada perencanaan keuangan. JAMILAH sendiri merupakan suatu singkatan sederhana yang saya gunakan untuk mengingat perencanaan keuangan saya.

Seperti apa konsep dr JAMILAH ini??

Ilustrasi Gambar By Google
Jangan lupa Amal
Pada dasarnya kegiatan beramal atau berkegiatan sosial dari sebagian penghasilan kita sudah merupakan suatu kewajiban. Bahkan bagi umat muslim sudah tertera di alquran kalau sebagian dari penghasilan adalah hak untuk orang lain yang membutuhkan, sebesar 2,5%.

Pos ini bisa dibilang sangat penting keberaadaannya karena berbagai resiko mungkin bisa saja terjadi pada diri kita dan keluarga kita. Jika sudah kita siapkan jauh-jauh hari sudah barang tentu dapat sedikit mengurangi dan meringankan beban di masa-masa sulit di kemudian hari nya.

Untuk sektor ini saya mencoba untuk mengalokasikan 15% dari pendapatan saya.

Misalkan dari pekerjaan saya mendapatkan gaji sebesar UMR Rp. 2,4 juta, dan dari uang makan, uang transport katakanlah bisa membawa pulang total Rp. 2,8 juta. Maka 15% dari pendapatan Rp 2,8 juta yaitu sekitar Rp 420.000,- wajib diposkan untuk kegiatan beramal.

Lalu, kegiatan apa saja yang bisa masuk di pos ini..
Menurut saya ada banyak sekali kegiatan yang bisa masuk d pos ini, salah satunya memberikan infak tiap hari Jumat saat melakukan sholat jumat. Bisa juga ikut kegiatan sosial di panti jompo dan panti asuhan. Selain itu, menurut saya asuransi sosial BPJS Kesehatan juga bisa dijadikan tempat untuk berbuat kebaikan. Karena kita ketahui prinsip dari asuransi kesehatan BPJS adalah orang yang sehat menyantuni orang yang tidak sehat. Dengan kita membayar BPJS Kesehatan, itu berarti secara tidak langsung kita ikut menyantuni masyarakat yang kurang mampu untuk memperoleh fasilitas kesehatan.. Dengan rajin membayar BPJS itu sudah termasuk berbuat kebaikan loh!!!

Selain itu memberikan sebagian pendapatan kita kepada orang tua, selain menjadi kewajiban juga merupakan suatu bentuk kegiatan social. Jika orang tua sudah tiada, bisa diteruskan ke adik, keponakan atau keluarga kita yang lebih membutuhkan.

Ilustrasi Gambar By Google
Mulai Investasi
Untuk pos ini sedikit akan lebih ribet dan sedikit membutuhkan perhatian yang ekstra. Saya sebagai tulang punggung keluarga mulai sedikit berpikir untuk mensisihkan sebagian pendapatan untuk berinvestasi. Dipos ini menurut saya tidak hanya dana investasi, tetapi alokasi dana darurat dan asuransi saya masukkan. Untuk dana darurat disimpan pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan seperti emas, deposito, reksa dana, tabungan dan lain-lain.

Disamping itu kita perlu memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup paling tidak 10–15 tahun pengeluaran. Untuk asuransi kesehatan dan penyakit kritis sebaiknya punya, namun jika dari kantor kita sudah mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk pos asurasi kesehata dari pihak swasta saya rasa bisa d skip terlebih dahulu. Adapun cara yang lebih jitu dan efisien untuk menjaga risiko dari sektor kesehatan masukan saya adalah dengan hidup sehat, selalu berolah raga dan berpikiran positif

Untuk sektor ini saya mencoba untuk mengalokasikan 20% dari pendapatan saya.

Tadi sudah dijelaskan dari pekerjaan saya mendapatkan gaji sebesar UMR Rp. 2,4 juta, dan dari uang makan, uang transport katakanlah bisa membawa pulang total Rp. 2,8 juta. Maka 20% dari pendapatan saya sebesar Rp 2,8 juta yaitu sekitar Rp 560.000 wajib diposkan untuk sektor investasi, asuransi dan tabungan.

Ilustrasi Gambar By Google
Lunasi Angsuran
Pernyataan yang sering muncul dan menggelitik dari teman-teman kantor adalah jika mereka sering kehabisan uang sebelum tanggal gajian tiba, itu berarti ada kemungkinan jika mereka mengalami masalah dengan jumlah pendapatan dan pengelolaan keuangan. Saya pun juga demikian..

Menghadapi persoalan seperti itu tentu bisa membuat pikiran stress dan frustasi, bahkan kadang saya merasa buntu tak bisa menemukan cara untuk mengatasinya. Bahkan bergaya hidup sederhana juga sudah saya, tapi ya tetap saja uang yang dihasilkan tak cukup membantu diri sendiri untuk sekedar ‘hidup’. He5x..

Maka dari itu saya sekarang mencoba untuk lebih detail lagi dalam pengelolaan keuangan saya dengan menerapkan JAMILAH ini.. tapi menurut saya sepanjang hutang yang dimikili untuk membeli aset-aset yang bersifat produktif dan bermanfaat serta besarnya cicilan dirasa masih standar tidak melebihi penghasilan perbulan masih bisa dikatakan wajar.

Untuk sektor ini saya mencoba untuk mengalokasikan 25% dari pendapatan saya.

Gaji yang saya dapatkan sebesar UMR Rp. 2,4 juta, dan dari uang makan, uang transport katakanlah bisa membawa pulang total Rp.2,8 juta. Maka 25% dari pendapatan saya sebesar Rp 2,8 juta yaitu sekitar Rp. 700.000 wajib diposkan untuk sektor LA (Lunasi Angsuran).

Ilustrasi Gambar By Google
Kebutuhan Hidup
Untuk sektor kebutuhan hidup sehari-hari mulai dari biaya makan, minum, air dan listrik, tranportasi, rekreasi, dan lain-lain saya alokasikan sebesar 40% dari penghasilan. Jika perbulan saya mendapatkan gaji Rp 2,8 Juta dan tidak memiliki penghasilan tambahan sama sekali, maka kira-kira 40% x Rp 2,8 juta = Rp 1.120.000 dihabiskan untuk kebutuhan hidup. Lantas cukup atau tidak? Itu pertanyaan yang sangat relatif dan tergantung dari pribadi masing-masing. Kalau dibilang tidak cukup, buktinya saya masih bisa bertahan hidup.. he5x.. Kalau dibilang kurang, ya pastinya kurang

Ya sebagai contoh aja, jika kita makan siang di Mall, sekali makan setidaknya Rp 20 – 30rb per sekali makan dan itu minimal. Kalau tiap hari makan siang d mall uang 1 juta perbulan pun saya yakin masih kurang. Dan itu td contohnya cuma makan siang aja, belum makan malam nya..

Dan sebenarnya ada banyak sekali cara untuk mensiasati, tergantung pada diri masing-masing, mulai dari memasak sendiri, makan dirumah atau kos-kosan, dan makan dengan menu vegetarian. Itu semua tergantung pada diri kita sendiri.

Lalu pertanyaan mendasar yang sering menjadi trending, bagaimana apabila patokan angka di atas tidak bisa direalisasikan karena kurang???

Disini saya tekankan sekali lagi, untuk angka-angka prosentase yang tertera diatas itu selalu relative, tergantung pada diri kita masing-masing. Hanya saja jika menurut anda angka yang tertera menjadi patokan saya tersebut menjadikan Anda kurang, menurut saya yang mungkin bisa Anda dilakukan antara lain :
1. Menurunkan gaya hidup anda.
Hal ini karena adanya tuntutan untuk bergaya dalam hidup, terkadang sebagian orang menghabiskan uang lebih banyak dari kemampuannya. Sebagai contoh yang mungkin bisa diterapkan untuk mensolusikannya seperti menggunakan HP yang lebih murah, tidak makan mall dan di restoran, kurangi jalan-jalan ke mall.
2. Membedakan Antara Keinginan dengan Kebutuhan
Dikarena tidak bisa membedakan antara Keinginan dan kebutuhan, banyak penghasilan yang dihabiskan untuk menuruti kedua hal tersebut. Kita semua tahu yang namanya sebuah keinginan itu tidak terbatas, tapi dengan belajar mengendalikan keinginan secara tidak langsung juga membantu kita menghemat pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu.
3. Meningkatkan Penghasilan dari ketrampilan
Kalau semuanya sudah dilakukan dan masih tidak cukup, berarti ini tanda bagi anda untuk meningkatkan penghasilan. Anda bisa bekerja lebih keras, lebih giat dan lebih smart untuk bisa mendapatkan penghasilan lain untuk menambah sumur penghasilan Anda.
4. Gunakan jasa Financial Planner sebagai Pihak ketiga
Salah satu Finansial Planner yang sekarang sedang berkembang adalah adanya layanan BNI Finansial Planner dari BNI 46. Kita semua tau di era yang serba digital seperti sekarang ini, pasti sudah banyak orang yang memanfaatkan fasilitas Internet Banking terutama layanan BNI Internet Banking. Karena dengan Internet Banking, kita bisa transfer, mengecek saldo, dan melakukan pembayaran-pembayaran lain secara online lewat Internet. Nah, dengan Internet Banking BNI, kita bisa melakukan hal yang lebih dari itu salah satunya dengan memanfaatkan BNI Financial Planner. Dengan fitur ini, kita bisa menganalisis keuangan pribadi kita, kita bisa mengkategorikan transaksi kita, kita bisa melihat melihat diagram pemasukan-pengeluaran, mengatur tujuan keuangan, dan masih banyak yang lain.

Secara jelasnya ada 6 fitur utama BNI Financial Planner yaitu :
1. Pengaturan kategori,
2. Pengaturan transaksi tunai,
3. Lihat laporan,
4. Pengaturan tujuan,
5. Ringkasan multi rekening
6. Kalender transaksi.

Sebagai contohnya bisa pantau-pantau dari BNI Financial Planner saya dibawah ini..


Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di video dibawah ini:



Informasi dan detil lebih lengkap tentang BNI Finansial Planner, langsung aja ke Kantor Cabang BNI terdekat, hubungi BNI Call 1500046 atau 68888 dari ponsel atau kunjungi http://www.bni.co.id


Jadi bisa ditarik kesimpulan, untuk merealisasikan JAMILAH ini, dibutuhkan suatu komitmen yang kuat, disiplin, dan kesabaran dalam menjalankannya, namun juga tidak terlalu kaku dan memaksakan diri. Tetap yakin bahwa selalu ada buah yang manis atas segala pengorbanan dan kesabaran. Dan jangan lupa untuk memanfaatkan BNI Finansial Planner Anda.



Semangat…

Reaksi:

2 comments:

  1. aku udah pake juga mas bni financial planner ini. emang kebantu banget buat atur perencanaan keuangan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emejing om pake Bni Financial Planner ini.. Duit bisa jadi terarah yakkk..
      Tetep semangat buat pengaturan keuangan nya yakkkk....

      Delete

Thanks for your positive comment..