Saturday, 28 May 2011

MASJID DIAN AL MAHRI: Satu dari Tujuh Masjid Kubah Emas di Dunia


Berjalan melalui jalan setapak yang beraspal menuju halaman masjid, pemandangan taman yang begitu luas dan indah terpampang jelas di depan mata. Taman yang memiliki luas 4.000 meter persegi itu terbentang mengelilingi bangunan masjid. Tanaman hias berwarna-warni yang ditanam di pot hingga berbagai tanaman buah juga berjejer rapi melengkapi keindahan sekeliling bangunan cantik itu.
Masjid Dian Al Mahri, itulah nama bangunan keagamaan kebanggaan umat Muslim di wilayah sekitarnya. Masjid Dian Al Mahri merupakan salah satu dari 7 masjid berkubah emas di dunia. Tempat ibadah tersebut terletak di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini sejak awal telah menjadi salah satu tujuan wisata rohani di Indonesia. Mengapa demikian? Berikut goresan tinta tentang berdirinya bangunan megah yang menjadi icon keagamaan bagi masyarakat Indonesia khususnya warga Depok.

Bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare ini, mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai pembangunannya akhir tahun 2006. Bertepatan dengan hari besar Idul Adha yang kedua kali tepatnya 31 Desember 2006, masjid ini mulai dibuka untuk umum. Oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, wanita pengusaha asal Banten, masjid ini dibangun dengan terlebih dahulu membeli tanah ini pada tahun 1996.

Layaknya sebuah masjid, alas kaki harus ditanggalkan saat masuk batas suci yang telah ditentukan. Begitu kaki menginjak batu marmer yang menghiasi semua permukaan masjid ini, ”Begitu mulianya hati wanita yang membangun masjid ini,” celetuk hati ini. Masuk ke bagian dalam masjid melalui pintu setinggi delapan meter dengan seorang penjaga berpakaian serba putih berbalut kain kuning, mata kita akan terpana oleh lampu yang tergantung tepat di tengah-tengah ruangan seberat 2,7 ton dan terbuat dari kuningan berlapis emas. Dari segi desain, masjid ini menggabungkan paduan budaya Timur Tengah dan iklim tropis.

Di bagian dalam ruangan masjid terdapat pilar-pilar yang kokoh menjulang tinggi guna menciptakan kesan ruang yang agung. Pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas. Didominasi dengan unsur warna krem untuk memberi karakter ruangan yang tenang sekaligus hangat. Di puncak interior kubah terdapat lukisan menyerupai awan yang bisa berubah-ubah warna setiap fajar, tengah hari, senja, dan malam. Adapun setiap mahkota yang terdapat pada pilar masjid juga berlapiskan emas. Pegangan tangga dari lantai satu ke dua juga dilapisi emas serta hiasan, termasuk tulisan tasbih, ornamen di atas mimbar imam juga dilapisi emas.

Kemegahan Masjid Dian Al Mahri ini terletak pada kubah utama berdiameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter dengan tinggi 25 meter. Kubah utama ini menyerupai kubah Taj Mahal (India) dilapis emas murni 24 karat setebal 2 milimeter. Kubah utama dikelilingi empat kubah yang lebih kecil, juga bertatahkan logam mulia. 4 kubah kecil ini memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Kelima kubah ini mencerminkan rukun iman dengan jumlah yang sama pada ajaran agama Islam. Enam menara, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India.

Pada bagian kanan masjid terdapat sebuah rumah yang tidak kalah megah dimana menurut penjaga Masjid adalah rumahnya Ibu Hj Dian. ”Wah..! besar sekali,” gumam hati ini ketika mata tertuju pada rumah pribadi terbesar yang pernah kami lihat jika dibandingkan di beberapa perumahan elite di Jakarta.

Bagi anda bersama rombongan yang ingin berwisata rohani ke sini, tidak perlu khawatir. Dengan lahan parkir seluas 7000 meter persegi, 300 bis atau 1.400 kendaraan kecil, semua pengunjung dapat dengan nyaman menempatkan kendaraannya di halaman Masjid.

Mungkin selama ini wisata rohani masih identik dengan ibadah umrah yang hanya bisa dilakukan bagi mereka yang mampu ke Tanah Suci. Tapi, bagaimana dengan mereka yang hanya kecukupan. Dengan hadirnya Masjid ini, diharapkan dapat dapat mengobati bagi mereka yang ingin berwisata rohani dan juga diharapkan dapat menarik minat para wisatwan asing maupun lokal yang ingin berwisata rohani di Indonesia.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Thanks for your positive comment..